Sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kompetensi tenaga pendidik, para guru SMK Diponegoro Semarang melaksanakan kegiatan Studi Tiru ke SMK Negeri 9 Surakarta pada 3 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dari berbagai program keahlian, dengan tujuan untuk memperoleh wawasan baru, berbagi pengalaman, serta mengadaptasi praktik baik yang telah berhasil diterapkan di sekolah tujuan.
Studi Tiru merupakan kegiatan pembelajaran antarsekolah yang memungkinkan pendidik untuk mengamati, mempelajari, dan mengadopsi strategi pengelolaan sekolah maupun pembelajaran yang efektif. Melalui kegiatan ini, guru dapat melihat langsung penerapan manajemen berbasis sekolah, inovasi pembelajaran, pengelolaan sarana prasarana, serta budaya kerja yang telah terbukti meningkatkan mutu pendidikan. Studi Tiru juga menjadi sarana refleksi bagi sekolah untuk mengevaluasi program yang berjalan dan mendorong munculnya perubahan yang lebih baik.

Pada kesempatan ini, SMK Diponegoro Semarang memilih SMK Negeri 9 Surakarta sebagai sekolah rujukan karena institusi tersebut dikenal unggul dalam tata kelola sekolah, pencapaian prestasi, serta penerapan pembelajaran berbasis proyek dan industri. Selama kegiatan berlangsung, para guru mendapatkan pemaparan mengenai manajemen kurikulum, pelayanan peserta didik, pengelolaan unit produksi, serta implementasi teknologi dalam pembelajaran. Selain itu, dilakukan pula sesi diskusi terbuka untuk bertukar pandangan dan pengalaman terkait tantangan serta solusi dalam menjalankan program pendidikan kejuruan.
Tujuan utama dari pelaksanaan Studi Tiru ini adalah untuk memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas dalam mengajar, serta mengimplementasikan praktik baik yang sesuai dengan karakteristik sekolah. Selain itu, Studi Tiru juga bertujuan membangun jejaring kerja sama antarsekolah, sehingga kolaborasi dalam pengembangan pendidikan kejuruan dapat terus berkelanjutan.
Selama kunjungan, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para guru aktif bertanya, berdiskusi, dan melakukan observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Interaksi yang terjalin menjadi kesempatan berharga untuk saling menguatkan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan dalam mempersiapkan peserta didik yang siap bersaing di dunia industri.
Melalui kegiatan Studi Tiru ini, SMK Diponegoro Semarang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Diharapkan, hasil pembelajaran yang diperoleh dari kunjungan ini dapat diimplementasikan dalam program sekolah, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik.

