Dalam rangka mengukur kesiapan dan kompetensi peserta didik menjelang kelulusan, SMK Diponegoro Semarang melaksanakan kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 3–4 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dari dua program keahlian, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Desain dan Produksi Busana. Pelaksanaan TKA tahun ini merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran yang mengacu pada ketentuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan salah satu bentuk penilaian sumatif yang bertujuan untuk mengukur capaian kompetensi siswa terhadap materi pembelajaran yang telah ditempuh selama masa studi. Menurut arahan Kemendikdasmen, TKA dirancang untuk menguji penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam memahami konsep dasar dari berbagai mata pelajaran umum dan kejuruan. Dengan demikian, hasil TKA tidak hanya mencerminkan kemampuan kognitif semata, tetapi juga menjadi cerminan kesiapan peserta didik dalam menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pelaksanaan TKA di SMK Diponegoro Semarang dilaksanakan pada gelombang I untuk memastikan keteraturan dan kenyamanan selama ujian berlangsung. Gelombang pertama yang dilaksanakan pada 3–4 November 2025 diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dari jurusan DKV dan jurusan Desain dan Produksi Busana. Para peserta mengerjakan berbagai soal yang mencakup bidang kemampuan umum seperti literasi, numerasi, logika, serta pemahaman kejuruan sesuai program studi masing-masing. Seluruh kegiatan berlangsung dengan tertib, didampingi oleh para pengawas ujian dari pihak sekolah.

Tujuan utama dari pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik ini adalah untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai tingkat penguasaan akademik siswa setelah menempuh proses pembelajaran di sekolah. Selain itu, TKA juga berfungsi sebagai bahan evaluasi bagi pihak sekolah dalam menilai efektivitas pembelajaran, sekaligus menjadi dasar dalam melakukan peningkatan mutu pendidikan. Dengan hasil tes ini, guru dapat mengidentifikasi area kekuatan dan kelemahan siswa sehingga strategi pembelajaran di masa mendatang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Manfaat dari pelaksanaan TKA tidak hanya dirasakan oleh sekolah, tetapi juga oleh para siswa secara langsung. Melalui ujian ini, siswa dapat mengukur kemampuan diri, mengasah keterampilan berpikir kritis, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional. TKA juga menjadi sarana untuk membiasakan siswa menghadapi evaluasi berbasis kompetensi yang menekankan kemampuan analisis dan pemecahan masalah, bukan sekadar hafalan.
Dengan terselenggaranya Tes Kemampuan Akademik tahun 2025 ini, SMK Diponegoro Semarang menunjukkan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pendidikan dan mempersiapkan lulusan yang kompeten, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa dapat semakin siap dalam menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan, serta menjadi generasi muda yang unggul dan berkarakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

